Ini Alasan 2 Korban Ledakan Petasan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS
Scan this QR or download app from:
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Home
Aceh
Sumut
Sumsel
Jabar
Jateng
Yogya
Jatim
Bali
Kalbar
Sulsel
Babel
Lampung
Maluku
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Link Copied!
Read Next : 2 Korban Ledakan Petasan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS, Dirujuk ke RS Lain
Daerah
Jatim
Detail Berita
Ini Alasan 2 Korban Ledakan Petasan di Nganjuk Tak Ditanggung BPJS
Rabu, 11 Maret 2026 – 02:00:00 WIB
Share
Link Copied!
iNews TV
TKP ledakan petasan di Nganjuk, Jawa Timur yang melukai 3 pelajar SMP. (Foto: iNews).
NGANJUK, iNews.id – Dua dari tiga korban ledakan petasan asal Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, belum mendapat penanganan medis maksimal di RSUD Kertosono. Penyebabnya, biaya perawatab kedua korban yang masih berstatus siswa SMP tersebut tidak ditanggung BPJS.Hingga Selasa (10/3/2026), ketiga korban yakni Fakim, Abdul Ghofur, dan Septian Rangga masih menjalani perawatan darurat di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Kertosono.
Baca Juga
Ledakan Diduga Petasan Gegerkan Pangandaran, 2 Pemuda Terluka Parah
Kabid Penunjang RSUD Kertosono, Mohammad Yudi Arifin menjelaskan, karena cedera disebabkan aktivitas berbahaya yang dilarang (merakit petasan), pihak BPJS Kesehatan tidak dapat menanggung biaya pengobatan para korban.”Kondisi luka bakar dua korban mencapai lebih dari 40 persen. Kami sedang berupaya mencarikan rumah sakit rujukan, kemungkinannya akan dikirim ke RSUD dr Iskak Tulungagung atau RSUD dr Soetomo Surabaya,” ujar Mohammad Yudi Arifin, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga
Geger! Polisi Gerebek Pabrik Petasan di Ponorogo, Pelaku Ternyata 11 Anak SD
Saat ini, pihak RSUD Kertosono tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) untuk mencarikan jalur bantuan sosial atau anggaran darurat guna menutupi biaya medis para korban yang berasal dari keluarga kurang mampu tersebut. Peristiwa tragis ini bermula pada Senin (9/3/2026) malam, saat empat remaja SMP berkumpul untuk merakit petasan berukuran jumbo sebesar paha orang dewasa. Nahas, petasan tersebut meledak sebelum waktunya dan melukai tiga orang di antaranya.
Editor: Kastolani Marzuki
Page: