Tragedi Perang Petasan, Jari Pemuda di Martapura Kalsel Putus Kena Ledakan
Scan this QR or download app from:
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Home
Aceh
Sumut
Sumsel
Jabar
Jateng
Yogya
Jatim
Bali
Kalbar
Sulsel
Babel
Lampung
Maluku
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Link Copied!
Read Next : 3 Korban Ledakan Petasan di Pekalongan, 1 Remaja Tewas Usai Dirawat di RS
Daerah
Kalsel
Detail Berita
Tragedi Perang Petasan, Jari Pemuda di Martapura Kalsel Putus Kena Ledakan
Selasa, 24 Maret 2026 – 13:48:00 WITA
Share
Link Copied!
iNews TV
Ilustrasi perang petasan di Kabupaten Banjar, mengakibatkan jari remaja putus. (freepik)
BANJAR, iNews.id – Hari raya Idulfitri yang seharusnya penuh sukacita berubah menjadi duka bagi seorang pemuda di Desa Melayu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.Korban Muhammad Zazuli (18) harus kehilangan salah satu jari tangannya akibat terkena ledakan kembang api saat terlibat aksi “perang petasan” antar-desa, Sabtu (21/3/2026).
Baca Juga
Kondisi 3 Anak Korban Ledakan Petasan di Jombang, Salah Satu Diamputasi Jari
Insiden memilukan ini terjadi pada Sabtu dini hari menjelang pelaksanaan salat Id. Kejadian bermula saat terjadi aksi saling serang kembang api antara warga Desa Melayu dan Desa Pekauman. Zazuli yang saat itu tengah menjaga rumah neneknya merasa emosi karena rumah sang nenek mengalami kerusakan akibat terkena serangan kembang api dari arah desa tetangga.
Baca Juga
Polisi Selidiki Penyebab Ledakan Petasan Tewaskan Bocah 9 Tahun di Semarang
Berniat membalas serangan tersebut, Zazuli mencoba menembakkan kembang api berukuran besar ke arah Desa Pekauman. Namun nahas, kembang api yang sudah ia bakar justru meledak di tangannya sendiri sebelum sempat meluncur.Ketua RT Desa Melayu, Ahmad Hidayat mengatakan, korban mengalami luka sangat serius di bagian telapak tangan. “Kondisinya cukup parah, salah satu jarinya bahkan harus diamputasi karena hancur terkena ledakan,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).Kapolsek Martapura Timur, Ipda Muhammad Taufiqurahman, menyesalkan kejadian tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian sudah berulang kali memberikan imbauan jauh-jauh hari agar tradisi perang kembang api ini tidak dilakukan karena sangat berisiko.”Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.00 WITA, sesaat sebelum salat Id dimulai. Kami sudah melarang kegiatan ini karena membahayakan keselamatan, namun warga masih ada yang nekat melakukan aksi saling serang tersebut,” kata Ipda Muhammad Taufiqurahman.
Editor: