Ekonom Desak Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional
Get iNews App
with new looks!
Scan this QR or download app from:
Search
Mode Gelap
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Advertisement
Home
Keuangan
Makro
Bisnis
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Comment
Share:
copy link article
Link Copied!
Read Next : Bos Agrinas Klaim Sudah Tawarkan Pengadaan Pikap ke Pabrikan Lokal, Hanya Mampu Produksi Segini
Baca Selengkapnya
Advertisement . Scroll to see content
Finance
Makro
Detail Berita
Ekonom Desak Rencana Impor 105 Ribu Pikap dari India Dibatalkan, Dinilai Ancam Industri Otomotif Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 – 19:54:00 WIB
Share
copy link article
Link Copied!
Maria Christina Malau
Ekonomi Senior, Didik J Rachbini, menilai rencana impor 105.000 unit pikap dari India untuk operasional Koperasi Desa berpotensi melemahkan industri otomotif. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content
JAKARTA, iNews.id – Rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga pikap secara utuh (completely built up/CBU) dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai kritik dari kalangan akademisi. Langkah tersebut dinilai berpotensi melemahkan industri otomotif nasional.Ekonom Senior, Didik J Rachbini, mengatakan, kebijakan impor dalam jumlah besar itu mencerminkan ketidaksinkronan kepemimpinan ekonomi dan strategi industrialisasi pemerintah. Kebijakan tersebut berpotensi menjadi bentuk deindustrialisasi terselubung di tengah dorongan pemerintah terhadap penguatan industri nasional.
Baca Juga
Menhub Proyeksi Puncak Arus Mudik Lebaran Jatuh di 18 Maret 2026
“Jika terus dilakukan, maka ini menjadi kebijakan instan jangka pendek terlihat praktis, tetapi dalam jangka panjang melemahkan struktur industri nasional,” kata Didik, Senin (23/2/2026).Rektor Universitas Paramadina itu mengingatkan, impor masif berpotensi menekan neraca perda