Jenazah Bripda Dirja Pratama Tiba di Pinrang, Disambut Tangis Keluarga di Rumah Duka
Scan this QR or download app from:
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Home
Aceh
Sumut
Sumsel
Jabar
Jateng
Yogya
Jatim
Bali
Kalbar
Sulsel
Babel
Lampung
Maluku
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Link Copied!
Read Next : Propam Polda Sulsel Periksa 6 Personel Usut Kematian Bripda Dirja Diduga Dianiaya Senior
Daerah
Sulsel
Detail Berita
Jenazah Bripda Dirja Pratama Tiba di Pinrang, Disambut Tangis Keluarga di Rumah Duka
Senin, 23 Februari 2026 – 13:48:00 WITA
Share
Link Copied!
iNews TV
Jenazah Bripda Dirja Pratama tiba di rumah duka di Desa Pincara, Pinrang, disambut tangis keluarga. (Foto: iNews TV)
PINRANG, iNews.id – Jenazah Bripda Dirja Pratama tiba di rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (23/2/2026) dini hari. Kedatangan jenazah anggota Ditsamapta Polda Sulsel itu disambut isak tangis keluarga.Bripda Dirja Pratama meninggal dalam usia 19 tahun. Dia diduga tewas dianiaya senior di asrama polisi.
Baca Juga
Propam Polda Sulsel Periksa 6 Personel Usut Kematian Bripda Dirja Diduga Dianiaya Senior
Suasana haru menyelimuti rumah duka saat jenazah Bripda Dirja Pratama diturunkan dari ambulans. Keluarga, kerabat dan tetangga tidak kuasa menahan tangis melihat kepergian polisi muda tersebut.Bripda Dirja Pratama diketahui baru dilantik menjadi anggota Polri pada Desember 2025. Sejak bertugas, dia baru sekali pulang kampung untuk bertemu keluarga.
Baca Juga
Bripda Dirja yang Diduga Tewas Dianiaya Senior Ternyata Anak Polisi, Ini Kata Sang Ayah
Di mata keluarga, Bripda Dirja Pratama dikenal sebagai pribadi pendiam dan penyabar. Dia juga disebut ramah serta sopan kepada siapa saja.”Cucu saya pendiam, sabar, sopan tidak ada musuh. Tidak ada (firasat), biasa-biasa aja,” ujar Namri, nenek korban, Senin (23/2/2026).
Baca Juga
Bripda Dirja Pratama Bintara Muda Polda Sulsel Tewas Diduga Dianiaya Senior di Makassar
Editor: Donald Karouw
Page: