Longsor Terjang Kawasan Bukit Menoreh Kulonprogo, Belasan Rumah Rusak
Scan this QR or download app from:
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Home
Aceh
Sumut
Sumsel
Jabar
Jateng
Yogya
Jatim
Bali
Kalbar
Sulsel
Babel
Lampung
Maluku
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Link Copied!
Read Next : Hujan Deras, Tebing Longsor di Kulonprogo Terjang Rumah Warga
Daerah
Yogya
Detail Berita
Longsor Terjang Kawasan Bukit Menoreh Kulonprogo, Belasan Rumah Rusak
Rabu, 18 Februari 2026 – 03:23:00 WIB
Share
Link Copied!
iNews TV
Belasan rumah di Kalibawang, Kulonprogo rusak diterjang longsor. (Foto: iNews)
KULONPROGO, iNews.id – Belasan rumah di kawasan perbukitan Menoreh, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang. Kabupaten Kulonprogo, DIY, rusak diterjang longsor, Selasa (17/2/2026). Bencana itu terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama dua hari terakhir.Titik longsor terparah dilaporkan berada di Pedukuhan Pantog Wetan dan Puguh. Di lokasi ini, tebing setinggi 10 meter ambrol dan menghantam bangunan di bawahnya.
Baca Juga
Banjir Bandang dan Longsor Terjang Ungaran Timur Semarang, Aktivitas Warga Lumpuh
Di dua pedukuhan tersebut, sedikitnya tiga rumah warga mengalami kerusakan parah, terutama pada bagian dapur. Kerasnya hantaman material longsor menyebabkan tembok bangunan jebol dan tanah masuk ke dalam ruangan. Salah satu pemilik rumah, Sutrisno, menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di samping rumahnya mulai patah.
Baca Juga
Longsor Timbun 3 Pekerja Bangunan Senderan Pura di Gianyar, 1 Orang Tewas
“Sekitar jam 3 sore saat hujan deras, terdengar suara kretek-kretek tanah patah. Tebing sekitar 10 meter menimpa dapur. Untungnya saat kejadian keluarga sedang pergi arisan, jadi rumah sepi,” ujarnya, Selasa (17/2/2026). Meski dihantui rasa waswas, Sutrisno mengaku terpaksa tetap bertahan di rumahnya karena tidak memiliki tempat pengungsian lain. Kondisi serupa dialami Sutarno, warga lainnya. Ia menyebutkan air dan lumpur mengepung rumahnya dari berbagai arah. “Ada tujuh titik longsor di sekitar sini. Awalnya air dari talang, lalu samping longsor. Saya mau lari ke barat, ternyata di barat juga longsor. Akhirnya air masuk semua ke dalam rumah. Selama 15 tahun tinggal di sini, baru kali ini kejadian,” tuturnya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo, tercatat ada 29 titik kejadian longsor di Kecamatan Kalibawang pasca-hujan ekstrem dua hari terakhir.
Editor: K