Mitos dan Fakta soal Transplantasi Ginjal, Dokter: Tak Harus Satu Golongan Darah
Get iNews App
with new looks!
Scan this QR or download app from:
Search
Mode Gelap
Bantu kami untuk merekomendasikan konten dengan melengkapi data diri
Anda di sini
Dashboard
Logout
Login
Network
Advertisement
Home
Seleb
Health
Film
Music
Muslim
Your browser does not support the audio tag.
Listen
A
A
Aa
Text
Comment
Share:
copy link article
Link Copied!
Read Next : Penderita Gagal Ginjal Meningkat! Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu
Baca Selengkapnya
Advertisement . Scroll to see content
Lifestyle
Health
Detail Berita
Mitos dan Fakta soal Transplantasi Ginjal, Dokter: Tak Harus Satu Golongan Darah
Sabtu, 14 Februari 2026 – 17:14:00 WIB
Share
copy link article
Link Copied!
Annastasya Rizqa
Transplantasi ginjal menjadi tindakan medis yang disarankan bagi penderita gagal ginjal stadium akhir. (Foto: AI)
Advertisement . Scroll to see content
JAKARTA, iNews.id – Transplantasi ginjal menjadi tindakan medis yang disarankan bagi penderita gagal ginjal stadium akhir. Namun di Indonesia, prosedur ini masih kerap terkendala minimnya donor ginjal sehingga banyak pasien memilih menjalani dialisis atau cuci darah seumur hidup.Minimnya donor ginjal di Indonesia juga dipengaruhi berbagai mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah donor ginjal harus memiliki golongan darah yang sama atau berasal dari keluarga inti.
Baca Juga
4 Ide Kencan Romantis untuk Valentine yang Tak Terlupakan
Padahal, faktanya dunia medis tidak menerapkan prinsip kesamaan mutlak, melainkan kecocokan atau kompatibilitas. Ini disampaikan Dokter Spesialis Urologi Profesor Dr dr Nur Rasyid dalam acara Clinical Milestone Paparan Perjalanan 500 Kidney Transplant di Siloam ASRI, Sabtu (14/2/2026).“Golongan darah itu tidak harus sama, yang penting compatible. Prinsipnya seperti transfusi darah,” ujar dr Nur Rasyid.